Pemprov Hati-hati Gunakan Anggaran

PDFPrintE-mail

PEKANBARU - Penggunaan anggaran dari APBD Perubahan Riau 2014 dinilai rawan untuk menjalankan program dan kegiatan. Salah satunya dikarenakan waktu pelaksanaan yang sangat minim, sementara serapan dalam realisasi perlu digesa lebih baik lagi. Karenanya diperlukan kehati-hatian dalam menggunakan uang.



Hal itu membuat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau, sejak beberapa pekan terakhir rutin berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau. Sehingga kerawanan dalam menggunakan anggaran dapat dihindari.

‘’Memang sekarang kita sangat berhati-hati, karena dalam menjalankan anggaran terutama pencairan harus dilakukan sesuai aturan,’’ ujar Kepala Biro Keuangan Setdaprov Riau, Jonli saat dilansir Biro Keuangan Online, kemarin.

Selain meminta pendampingan dengan BPKP dalam proses penggunaan anggaran, Jonli mengakui dirinya juga intens berkoordinasi dengan Kemendagri RI. Di dampingi Biro Hukum Setdaprov Riau, segala kendala dalam menjalankan program kegiatan terus dibahas bersama.

Memang waktu dua bulan dalam menggunakan anggaran menyebabkan terkendalanya proyek fisik dengan nominal besar harus dikonsultasikan. Karena salah satu prosesnya, seperti lelang sudah tidak memungkinkan. ‘’Pendampingan dengan BPKP akan terus rutin dilaksanakan,’’ sambungnya.(rpo)