Hibah Bansos Dicairkan Rp55 Miliar

PDFPrintE-mail

PEKANBARU (BKO) - Sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai dana hibah bantuan sosial (Bansos) sejalan dengan efisiensi anggaran, dari total Rp1,03 triliun, di Provinsi Riau hanya dicairkan 15 persen saja. Sementara untuk anggaran 2015 mendatang angkanya terus dikurangi.



Total anggaran Rp1,03 triliun, menurut Kepala Biro Keuangan Setdaprov Riau H Jonli saat dilansir Biro Keuangan Online, Kamis (25/12) merupakan anggaran total berikut dana penerimaan dari pusat untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena pencairannya masuk dalam dana hibah Bansos.

‘’Dari total dana hibah 2014 ini sebesar Rp1,03 triliun, sekitar Rp650 miliar merupakan dana penerimaan pusat yang masuk ke daerah dan menjadi hibah Bansos. Sementara kita anggarkan di APBD hanya sebesar Rp385 miliar dan pencairan tidak semua dilakukan,’’ ungkapnya.

Mengenai anggaran BOS, Pemprov Riau mengaku sudah mentransfer ke seluruh kabupaten/kota sesuai peruntukannya atas usulan yang disampaikan daerah ke Disdik Riau. Dilakukan pencairan per triwulan anggaran. Sementara untuk Rp385 miliar hibah Bansos yang ada dalam pagu APBD dibatasi pencairan hingga 15 persen saja.

‘’Sekitar Rp55 miliar dan diperkirakan baru sampai pada angka itu saja yang dicairkan. Tidak akan lebih 15 persen,’’ tambahnya memaparkan.

Hal tersebut dilakukan, sambung Jonli, karena sesuai pendampingan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan instruksi Mendagri. Memang Pemprov Riau sangat selektif dan hati-hati. Di mana dikatakannya, jika kelengkapan administrasi kurang serta peruntukannya dipertanyakan, maka tidak akan dicairkan. ‘’Kalau substansinya tidak kena dan kalau ada lembaga yang menerima terus menerus, maka tidak akan dicairkan,’’ lanjutnya.(rpo)