Satu Hari KPK Priksa Sembilan Saksi

PDFPrintE-mail

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap revisi Perda Nomor: 6/2010 tentang pembangunan venue PON XVIII di Pekanbaru.



Selama sepekan, tiap hari, KPK akan memeriksa 9 saksi berbeda secara bergiliran.

Selasa (5/6) kemarin, penyidik memeriksa sembilan saksi di ruang Catur Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN), Pekanbaru.

Mereka adalah anggota DPRD Riau Tengku Muhazza, Roem Zein dan Zulfan Heri.

Selain itu juga diperiksa tiga staf Bank Mandiri bernama Lisa, Ratna, Enda dan seorang mahasiswa bernama Dasril serta dari PT Pembangunan Perumahan, Satria Priambodo serta ajudan Gubernur Riau, Said Faisal (alias Hendra).

Hendra tiba di SPN pukul 09.30 WIB dan langsung masuk ke ruangan Catur Prasetya. Terlihat dari kaca ruangan, Hendra beberapa kali disuruh penyidik mendengarkan suara dari sebuah headset, sebelum penyidik mengajukan pertanyaan.

Kepala Penyidik KPK di Pekanbaru, Christian menjelaskan Hendra diperiksa berdasarkan keterangan tersangka yang juga mantan Kadispora Lukman Abbas. ‘’Dari keterangan Lukman Abas, lalu kita periksa ajudan gubernur,’’ kata Christian.

Tentang suara yang didengarkan oleh Hendra melalui headset, dikatakan Christian adalah suara-suara rekaman percakapan yang sudah disadap KPK sebelumnya.

Di samping itu, saksi lainnya, Tengku Muhazza mengakui hadir dalam pertemuan di rumah tersangka Taufan Andoso Yakin di Jalan Sumatera yang diduga tempat cikal bakal pembahasan revisi Perda Nomor: 6/2010.

Namun Tengku Muhazza mengatakan, tidak tahu tentang permintaan uang lelah atau suap. ‘’Saya tidak tahu, dalam pertemuan itu hanya membahas tentang Perda saja,’’ kata Muhazza.

Muhazza juga mengatakan, yang mengundangnya hadir di rumah Taufan adalah tuan rumah sendiri. ‘’Semua ketua fraksi diundang oleh Taufan,’’ kata Muhaza.

Saksi lain, Zulfanheri mengatakan, dia tidak pernah hadir dalam pertemuan di rumah Taufan Andoso dan tidak pernah tahu tentang pertemuan lain. ‘’Saya tidak tahu, saya hanya tahu pertemuan di kantor DPRD saja,’’ kata Zulfanheri.

Sementara tiga saksi dari karyawan Bank Mandiri enggan berkomentar dan tidak menjawab apapun pertanyaan wartawan.

‘’Saya tidak tahu dan tidak bisa menjawab,’’ ujar salah seorang staf Bank Mandiri kepada Riau Pos usai keluar dari ruang pemeriksaan.

Juru Bicara KPK Johan Budi menyebutkan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk melengkapi berkas empat tersangka yang berkasnya belum dilimpahkan M Dunir, M Faisal Aswan, Lukman Abbas dan Taufan Andoso Yakin.

‘’Perlu diketahui bahwa penyidikan masih berkaitan dengan revisi Perda 6/2010 tentang venue Lapangan Tembak. Tidak benar ada penyelidikan baru,’’ tambah Jubir KPK itu.

Dalam pada itu, Kepala Penyidik KPK di Pekanbaru, Christian kembali mengatakan, bahwa selama satu pekan ke depan mereka akan memeriksa sembilan saksi setiap harinya. Ditanya siapa saja yang akan diperiksa?

‘’Kita lihat nanti saja siapa yang akan hadir untuk diperiksa,’’ katanya.(***)

 


Sumber : riau pos